Senin, 21 Oktober 2013

Gili Nanggu



Gili Nanggu Lombok
              
              GILI NANGGU terletak 50 kilometer dari kota Mataram, melewati jalan darat sekitar tiga puluh menit ke arah Lembar (penyebrangan Bali). Untuk menyewa perahu ke Gili Nanggu melalui Kecamatan Sekotong, tepatnya di desa Tawun. Harga sewa kapalnya Rp. 250.000 (PP) muat untuk 8 orang, sedangkan kalau kapalnya dipakai untuk island hopping kamu harus menambah Rp. 100.000 lagi. 

               Direncanakan dulu, ya, apakah kamu hanya akan pulang-pergi atau menginap di Gili Nanggu. Dari desa Tawun menuju Gili Nanggu hanya butuh waktu sekitar 20 menit saja. Selama perjalanan, kita bisa menikmati pemandangan laut biru bening yang indah khas Lombok, tidak akan terasa perjalanan tersebut.

              Memasuki kawasan Gili Nanggu, kita akan disuguhi pemandangan hamparan pasir putih, dan air laut yang bening membuat kita tidak tahan untuk menceburkan diri ke laut. Enaknya, di Gili Nanggu suasana alami sangat dijaga. Tidak ada pedagang yang mengganggu, tidak ada kendaraan bermotor, bahkan tidak ada sepeda. Udaranya sungguh bersih dan asri.


            
Masih sama seperti pulau-pulau Lombok lain pada umumnya, aktivitas yang bisa kita lakukan di sini adalah menyisir pantai dan snorkeling di laut lepas. Nah, kalau belum puas bermain seharian dan mau sekalian bermalam di Gili Nanggu, pun terdapat cottage-cottage penginapan dengan harga antara Rp. 400.000 – 600.000/malam yang bisa diisi sekitar 6 orang. Paket wisata Lombok ini adalah salah satu yang paling dicari oleh wisatawan luar maupun dalam negeri.
 

Pantai Surga



               Salah satu tempat wisata favorit di Lombok adalah Pantai Surga. Pantai yang satu ini sangat terkenal dengan keindahannya. Pantai Surga ini terletak di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur dan sangat berdekatan dengan Teluk Ekas. Tak salah kiranya pantai ini dinamai Pantai Surga. suasana alamnya yang seperti belum terjamah zaman membuat pantai ini terlihat begitu alami dari berbagai sisi.

          Untuk mencapai pantai yang indah ini, Anda bisa menempuh jalur Praya Jerowaru, Lokasinya berdekatan dengan Teluk Ekas, jadi kemungkinan Anda untuk tersesat sangatlah kecil. Kesan pertama ketika sampai di pulau Surga ini adalah panas, tapi semilir angin yang menyapa membuat suasana menjadi sangat sejuk, apalagi disana-sini banyak terdapat pohon kelapa.

            Di salah satu sudut pantai terdapat sebuah resort yang sangat indah. Pengunjung di pantai ini tidak seperti pantai-pantai lainnya, mungkin inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dari pantai Surga ini, tempatnya indah tapi sepi.

         
Garis pantai dari pantai Surga ini tidak terlalu panjang, jadi Anda bisa menjelajahi semuanya sampai puas. di kanan dan kirinya terdapat bukit yang idnah dan bebatuan yang sangat menawan.

Kamis, 06 Juni 2013

Rangkuman Materi Etika Bisnis dan Kewirausahaan



Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan

Ada 6 tingkatan (terdiri dari 3 level, masing-masing 2 tahap) yang teridentifikasi dalam perkembangan moral seseorang untuk berhadapan dengan isu-isu moral. Tahapannya adalah sebagai berikut :

   1)    Level satu : Tahap Prakonvensional Pada tahap pertama, seorang anak dapat merespon peraturan dan ekspektasi sosial dan dapat menerapkan label-label baik, buruk, benar dan salah.

Tahap satu : Orientasi Hukuman dan Ketaatan Pada tahap ini, konsekuensi fisik sebuah
tindakan sepenuhnya ditentukan oleh kebaikan atau keburukan tindakan itu. Alasan anak untuk melakukan yang baik adalah untuk menghindari hukuman atau menghormati kekuatan otoritas fisik yang lebih besar.
Tahap dua : Orientasi Instrumen dan Relativitas Pada tahap ini, tindakan yang benar adalahyang dapat berfungsi sebagai instrument untuk memuaskan kebutuhan anak itu sendiri atau kebutuhan mereka yang dipedulikan anak itu.

2)   Level dua : Tahap Konvensional Pada level ini, orang tidak hanya berdamaiden gan hara p  an, tetapi menunjukkan loyalitas terhadap kelompok beserta norma-normanya. Remaja pada masa ini, dapat melihat situasi dari sudut pandang orang lain, dariperspektif kelompok sosialnya.

Tahap Tiga: Orientasi pada Kesesuaian Interpersonal Pada tahap ini, melakukan apa yang baik dimotivasi oleh kebutuhan untuk dilihat sebagai pelaku yang baik dalam pandangannya sendiri dan pandangan orang lain.
Tahap Empat : Orientasi pada Hukum dan Keteraturan Benar dan salah pada tahap konvensional yang lebih dewasa, kini ditentukan oleh loyalitas terhadap negara atau masyarakat sekitarnya yang lebih besar. Hukum dipatuhi
kecuali tidak sesuai dengan kewajiban sosial lain yang sudah jelas.

3)    Level tiga : Tahap Postkonvensional, Otonom, atau Berprinsip Pada tahap ini, seseorang tidak lagi secara sederhana menerima nilai dan norma kelompoknya. Dia justru berusaha melihat situasi dari sudut pandang yang secara adil mempertimbangkan kepentingan orang lain. Dia mempertanyakan hukum dan nilai yang diadopsi oleh masyarakat dan mendefinisikan kembali dalam pengertian prinsip moral yang dipilih sendiri yang dapat dijustifikasi secara rasional. Hukum dan nilai yang pantas adalah yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang memotivasi orang yang rasional untuk menjalankannya.

Tahap Lima : Orientasi pada Kontrak Sosial Tahap ini, seseorang menjadi sadar bahwa mempunyai beragam pandangan dan pendapat personal yang bertentangan dan menekankan cara yang adil untuk mencapai consensus dengan kesepahaman, kontrak, dan proses yang matang. Dia percaya bahwa nilai dan norma bersifat relative, dan terlepas dari consensus demokratis semuanya diberi toleransi.
Tahap Enam : Orientasi pada Prinsip Etika yang Universal Tahap akhir ini, tindakan yang benar didefinisikan dalam pengertian prinsip moral yang dipilih karena komprehensivitas, universalitas, dan konsistensi. Alasan seseorang untuk melakukan apa yang benar berdasarkan pada komitmen terhadap prinsip-prinsip moral tersebut dan dia melihatnya sebagai criteria untuk mengevaluasi semua aturan dan
tatanan moral yang lain.

Contoh Pelanggaran Etika Bisnis
Manipulasi laporan keuangan PT KAI Dalam kasus tersebut, terdeteksi adanya kecurangan dalam penyajian laporan keuangan. Ini merupakan suatu bentuk penipuan yang dapat menyesatkan investor dan stakeholder lainnya. Kasus ini juga berkaitan dengan masalah pelanggaran kode etik profesi akuntansi.